Pemuda kemana…

Category: indonesia | 18 Comments

Pemuda kemana langkahmu menuju?
Apa yang membuat engkau ragu? ……

Petikan lagu “PEMUDA” oleh: Chaseiro

Sejatinya posting ini harusnya tampil kemarin, namun tertunda ke hari ini karena sejak beberapa hari lalu blog ini terkena ‘musibah kecil’.
Tadinya pun, ingin hadirkan lagu Satu Nusa-nya L. Manik :

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa kita …
Tanah air pasti jaya untuk s’lama-lamanya
Indonesia pusaka, Indonesia tercinta
Nusa Bangsa dan Bahasa kita bela bersama

Tapi gak ada salahnya kalau 80 tahun peringatan Sumpah Pemuda kali ini kita renungkan maknanya sambil mendengarkan atau ikut menyanyikan lagunya Chaseiro ini.

P E M U D A - oleh: Chaseiro

Pemuda kemana langkahmu menuju?
Apa yang membuat engkau ragu?
Tujuan sejati menunggumu sudah
Tetaplah pada pendirian semula

Dimana artinya berjuang
tanpa sesuatu pengorbanan?
Kemana arti rasa satu itu…?

Bersatulah semuanya, seperti dahulu
Lihatlah kemuka, keinginan luhur
‘kan terjangkau semua

Pemuda mengapa wajahmu tersirat
dengan pena yang bertinta belang?
Cerminan tindakan akan perpecahan
Bersihkanlah nodamu semua

Masa depan yang akan tiba
menuntut bukannya nuansa
yang s’lalu menabirimu pemuda

Bersatulah semuanya, seperti dahulu
Lihatlah kemuka, keinginan luhur
‘kan terjangkau semua

Kalau bukan (kita) Pemuda-pemudi Indonesia yang mencintai, membela, memajukan nusa, bangsa dan bahasa Indonesia, siapa lagi?
*siapa ayooooo*



Izinkan aku …

Category: Do'a | 12 Comments

Izinkan aku berdoa
bukan agar terhindar dari bahaya
melainkan agar aku tiada takut menghadapinya
Izinkan aku memohon
bukan agar penderitaanku hilang
melainkan agar hatiku teguh menghadapinya
Izinkan aku tidak mencari sekutu dalam perjuangan hidupku
melainkan memperoleh kekuatanku sendiri
Izinkan aku tidak memohon keselamatan dengan ketakutan dan kegelisahan
melainkan memiliki harapan dan
bersabar untuk memenangkan kebebasanku
Berkati aku
sehingga aku tidak menjadi pengecut
dengan merasakan kemurahan-Mu
dalam keberhasilanku semata
Tapi biarkan aku menemukan
genggaman tangan-Mu
dalam kegagalanku

(terjemahan karya Rabindranath Tagore)

Bertahun lalu, almarhum ayahku mengenalkan karya Rabindranath Tagore ini padaku. Aku menyimak dengan khusyuk, tanpa memahami betul makna dibalik kata-kata indahnya. Hari-hari ini rangkaian kata-kata tersebut kembali memenuhi batinku. Kali ini, memaknainya dengan caraku sendiri, kata demi katanya membawa kedamaian tersendiri dihati.

*Rindu ayah*





clock-desktop.com

DON'T MISS THIS ONE

Add to Technorati Favorites