Archive for August, 2008
oleh: Hamid Jabbar
Kami bangsa Indonesia
Dengan ini menyatakan
Kemerdekaan Indonesia
Untuk kedua kalinya !
Hal-hal yang mengenai
Hak azazi manusia
Utang piutang
Dan lain-lain
Yang tak habis-habisnya
INSYA ALLAH
Akan habis
Diselenggarakan
Dengan cara seksama
Dan dalam tempo
Yang sesingkat-singkatnya
Jakarta 25 Maret 1992
Atas nama bangsa Indonesia,
Boleh siapa saja
(dinukil dari Horison Sastra Indonesia, Kitab Puisi 1)
Secara waktu, memang rada “basi’ neh postingan ini, 17-an dah hampir seminggu berlalu.
Namun, kalau disimak, puisi Hamid Jabbar yang dipublish tanggal 25 Maret 1992 ini, ternyata belum basi sama sekali… Kita masih berkutat di masalah-masalah yang sama… masih yang itu-itu juga… malah lebih banyak dan lebih kompleks pula.
Semoga saja, semangat untuk tetap merdeka, masih sama juga, malah lebih besar dan lebih tangguh.
Tetap semangat !!!
*pake gaya Sony Tulung .. :D *
Salam DamaiKampanye Damai Pemilu Indonesia 2009


TENTANG DIA, DAN NAMANYA
Almira Tunggadewi Yudhoyono, namanya
Aira, panggilannya
Waaaaah ….. cantiknya namanya, secantik paras mungilnya. Putri dari pasangan Agus Harimurty (putra Presiden SBY) dan Anissa Larasati Pohan (putri mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan) ini lahir pada 17 Agustus 2008, dengan berat 2,88 kg dan panjang 48 cm, di RS Pondok Indah, Jakarta, pukul 6.21 WIB.
Menurut ayahnya, nama ALMIRA berasal dari bahasa Arab yang berarti putri mulia. Sedangkan TUNGGADEWI, diambil dari nama tokoh wanita pada abad ke-14 di nusantara, ratu Kerajaan Majapahit pada masa kejayaannya. YUDHOYONO merupakan nama keluarga. Sehingga diharapkan putri kecilnya ini nanti akan mempunyai karakter yang mulia dan membanggakan. Sempat beredar rumor bahwa pada nama cucu pertama Presiden Yudhoyono ini akan terselip kata Dirgahayu — dikaitkan dengan hari kemerdekaan Indonesia — dengan panggilan Ayu.
*Alhamdulillah ,,,, saya senaaaaangg … rumor tentang nama Dirgahayu ini tidak terbukti…kurang ‘cool” aahhh.. kebayang gapura2 17-an *
TENTANG DIA DAN “ANGKA” Read the rest of this entry »
by: Karsono H. Saputra
aku berjanji mencintaimu seperti kuku jari
sebab aku tidak punya hati
yang dapat kutukar matahariaku berjanji mencintaimu seperti petani
sebab aku bukan air sungai yang mengalir
di antara padas dan pasirsebab aku mencintaimu
meski bukan matahari dan bukan air sungai
dari buku putih kecil tipis yang aku temukan di toko buku di pasar festival, “Sajak-sajak pendek bulan terang” kumpulan puisi karya Karsono H. Saputra. Semoga penulisnya gak keberatan karyanya aku share disini. Amiiin





