Archive for June, 2009
Pasti semua sudah pernah dengar bahwa dalam mencari pasangan hidup, menurut falsafah Jawa, amatlah sangad penting untuk memperhatikan : bibit, bebet, bobot. Ga perduli apakah si dia bernama Master Sulumits Retsambew atau Sulumits Retsambew Dodol, Sulumits Wong Sableng, Tukang Nggame, Tukang Kampanye Damai atau pun Sang Visioner, selama memenuhi kriteria bibit (asal-usul keluarga, keturunan), bebet (harkat/martabat/gengsi, who’s who keluarga/lingkungan/temannya), dan bobot (nilai pribadi/ diri –pendidikan, kepintarannya, pekerjaan dan kualitas hidup lainnya) dijamin deh hubungan dengan si Dia dapat restu 100% dari ortu, keluarga dan para pinisepuh.
Apakah kriteria tersebut masih berlaku di jaman sekarang? Hmm.. menurut saya, sedikit banyaknya pasti lah secara langsung atau gak langsung tetap jadi tolok ukur apakah seseorang itu pantas untuk dijadikan pasangan hidup. Setuju gak? :P Tapi melihat maraknya kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) akhir2 ini, rasanya penting untuk secara lebih spesifik memperhatikan beberapa hal lainnya dari sang calon pasangan.
Kenapa ini menjadi penting? Karena kasus KDRT merupakan kasus yang lebih sulit diselesaikan dibanding dengan kasus kekerasan yang dilakukan oleh majikan, misalnya. Menjadi pelik dan rumit karena di dalamnya terlibat perasaan cinta, gak mau kehilangan, rasa malu, gak mau diketahui orang, menganggap masalah tersebut masalah intern/ aib keluarga dsb dsb. Menjadi memilukan karena orang yang dicintai adalah orang yang menyakiti. Namun, kasus KDRT sesungguhnya dapat dicegah atau diantisipasi, dengan memperhatikan secara seksama dan dalam tempo yang tidak singkat hal-hal berikut (kutipan artikel di Nyata, edisi Juni 2009): Read the rest of this entry »
Dari Kontes ke Kontes vs. Dari Infotainment ke Infotainment
Posted by: Gaia
June 15th, 2009 >> Pepesan kosong, Sosialita
Manohara Pinot, siapa yang tak kenal dia? Wajah manisnya dan ibunya telah menyesaki ruang berita selama 3 bulan terakhir ini. Sejak kepulangannya, Manohara tak sedetikpun buang waktu memberi wawancara khusus dari stasiun televisi yang satu ke stasiun televisi yang lain, dari satu infotainment ke infotainment yang lain. Sehingga dalam wawancara kemarin Mano mengatakan –kurang lebih– bahwa tanpa makan makanan dari Kelantan lagi, tubuhnya — yg konon naik beratnya 10 kg dalam 4 hari karena dipaksa suntik hormon — kini sudah turun 5 kg tanpa diet khusus. He3x.. kecapaian safari infotainment, barangkali ya, Mano? :D
Anyway, wajah manis remaja yang amat tegar ini saya jadikan ikon untuk tulisan ngawur saya ini sebenarnya agar blognya ikut manis aja.. ha3x. Tapi sungguh, saya salut banget terhadap Mano, karena after all what that Pangeran dari Kelantan did to her — torturing her physically and psychologically for months (!!!) – there are not even a glimpse of suffering whatsoever in her appearances. Tough girl :D God knows. I really should learn from her.
Tapi sebenernya tulisan ini bukan mau cerita tentang Manohara yang udah topmarkotop dan diliput secara ruarrrrrrrr biasa oleh media massa (bandingkan dengan minimnya pemberitaan kasus Siti Hajar yang juga mendapat penganiayaan di negara tetangga yang sama yaitu Malaysia). Melainkan cuma ingin kabar-kabari bahwa disponsori oleh GusYehia yg ngaku CahBagus, saya ber-Kampanye Damai Pemilu Indonesia di kontes yang diadakan kerajaan Sulumits Retsambew sebuah kontes SEO yang ceritanya berskala internasional, dengan keywords Sulumits Retsambew. Kata-kata aneh ini sebenarnya sederhana saja artinya: Webmaster Stimulus (baca terbalik dari belakang). Karena bukan Manohara yang laku bersafari dari infotainment satu ke infotainment lain, ya saya dari satu kontes ke kontes lainnya aja deh :D Read the rest of this entry »





