Author Archive

Pemuda kemana…

Posted by: Gaia

October 29th, 2008 >> indonesia

Pemuda kemana langkahmu menuju?
Apa yang membuat engkau ragu? ……

Petikan lagu “PEMUDA” oleh: Chaseiro

Sejatinya posting ini harusnya tampil kemarin, namun tertunda ke hari ini karena sejak beberapa hari lalu blog ini terkena ‘musibah kecil’.
Tadinya pun, ingin hadirkan lagu Satu Nusa-nya L. Manik :

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa kita …
Tanah air pasti jaya untuk s’lama-lamanya
Indonesia pusaka, Indonesia tercinta
Nusa Bangsa dan Bahasa kita bela bersama

Tapi gak ada salahnya kalau 80 tahun peringatan Sumpah Pemuda kali ini kita renungkan maknanya sambil mendengarkan atau ikut menyanyikan lagunya Chaseiro ini.

P E M U D A – oleh: Chaseiro  note


Read the rest of this entry »

Izinkan aku …

Posted by: Gaia

October 16th, 2008 >> Do'a

kids-hlding-quran


Izinkan aku berdoa
bukan agar terhindar dari bahaya
melainkan agar aku tiada takut menghadapinya
Izinkan aku memohon
bukan agar penderitaanku hilang
melainkan agar hatiku teguh menghadapinya
Izinkan aku tidak mencari sekutu dalam perjuangan hidupku
melainkan memperoleh kekuatanku sendiri
Izinkan aku tidak memohon keselamatan dengan ketakutan dan kegelisahan
melainkan memiliki harapan dan
bersabar untuk memenangkan kebebasanku
Berkati aku
sehingga aku tidak menjadi pengecut
dengan merasakan kemurahan-Mu
dalam keberhasilanku semata
Tapi biarkan aku menemukan
genggaman tangan-Mu
dalam kegagalanku



(terjemahan karya Rabindranath Tagore)

Bertahun lalu, almarhum ayahku mengenalkan karya Rabindranath Tagore ini padaku. Aku menyimak dengan khusyuk, tanpa memahami betul makna dibalik kata-kata indahnya. Hari-hari ini rangkaian kata-kata tersebut kembali memenuhi batinku. Kali ini, memaknainya dengan caraku sendiri, kata demi katanya membawa kedamaian tersendiri dihati.


*Rindu ayah*

Oh Sendal Jepit

Posted by: Gaia

October 10th, 2008 >> Intermezzo, Pepesan kosong

sendaljepit1

Koq nulis tentang sendal jepit?? Sendal Jepit kan, barang yang ‘sepele’… ‘gak terhormat’… ‘gak penting’. Harganya murah, kualitasnya kebanyakan meragukan, hanya dipakai ketempat-tempat ‘tertentu’  yang gak terhormat saja, dan hampir dapat dipastikan tidak menimbulkan rasa bangga bagi pemakainya, tidak membuat orang terobsesi ingin memilikinya demi gengsi ataupun merasa sedih bila kehilangannya.

Ternyata, hal itu gak sepenuhnya benar. Coba katakan itu pada abang sepupu saya. Walau mungkin bukan karena sedih, dijamin dia akan langsung panjang lebar curhat tentang ‘musibah’ yang dialaminya 2 bulan terakhir ini : kehilangan 7 pasang sendal jepit — terutama sewaktu sholat Jum’at !! Belum lagi diembel-embeli omelannya tentang koq bisa-bisanya seseorang,  yang justru sedang beribadah melakukan hal mencuri yang notabene termasuk perbuatan dosa??

Memang sih sebelumnya sudah sering terjadi, tapi kali ini rekor banget: hampir setiap minggu kehilangan sendal jepit :D Padahal segala cara sudah dilakukannya untuk mengantisipasi masalah ini, mulai dari memberi nama — bahkan dengan cara ‘mengukir’ namanya — pada sendalnya tersebut, menitipkannya di tempat penitipan dan membuat sendal barunya nampak lusuh dll. Kalau saya bilang: ” Abang kurang bersedekah kaliiiii“, biasanya dia akan menghentikan curhatnya — entah karena gak berani mendebat ataupun karena jengkel dikomentari seperti itu  :P

Dan setelah perenungan panjang *wakakak* mulai hari ini, abang sepupu saya itu bertekad akan istiqomah melakukan hal-hal berikut bila pergi menunaikan sholat Jum’at di masjid :D :

Read the rest of this entry »