Author Archive
Laskar Pelangi – the movie
Posted by: Gaia
October 5th, 2008 >> Bahagia, Indonesia-ku, Lessons from life, Pemuda, Sahabat, Sosialita

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Dunia memang tak seindah surga.
Tapi Laskar Pelangi – the movie , sungguh “indah”.
Indah bahasa visualnya.
Indah pemerannya.
Indah pengambilan gambarnya.
Indah karakter film secara keseluruhannya.
Indah semua-semuanya deeeeh :D
Kalau umumnya novel yang diadaptasi ke film mengecewakan, maka di film Laskar Pelangi -the movie, segala kekurangan jadi “terma’afkan“. Andrea Hirata — sang penulis buku — himself, sampai menangis ketika menonton hasil final film ini. Dahsyat gak tuh?
Saya sendiri, berkali-kali diam2 mengusap airmata yang gak terasa jatuh, dan leher saya terasa sakit menahan sekuat tenaga agar gak nangis sesenggukan ketika Pak Harfan ditemukan bu Mus sudah “tidur panjang” dengan kepala rebah diatas meja sekolah yang amat dicintainya *duuuhhh*.
Barangkali reaksi Andrea “Ikal” Hirata gak berlebihan. Keseluruhan film yg dikomandoi Riri Riza ini mampu menggambarkan suasana kehidupan para “Laskar Pelangi” plus dua guru yang luar biasa Bu Mus dan Pak Harfan — yang penuh tantangan, ketangguhan tekad, komitmen dan kesungguhan hati, indahnya persahabatan dan berjuta rasa jatuh cinta yang keseluruhannya mewarnai perjalanan merengkuh impian dan menjelmakannya menjadi kenyataan — secara alami, amat jauh dari kesan “dibuat-buat”. Mampu membuat kita (tepatnya sih: yg nonton:P ) tersenyum dan tertawa tanpa menampilkan kekonyolan, membuat kita terharu dan sedih tanpa mengeksploitasi kecengengan, dan juga merenung tanpa merasa digurui,….sehingga ga terasa lampu bioskop udah dinyalakan dan waktunya untuk pulang :D Sampai saat saya menulis ini, keindahan film ini masih saja melekat di dalam hati dan fikiran saya. Read the rest of this entry »
Berharap menjabat tanganmu
izinkan kujabat hatimu
dalam genggaman erat
tulus memohon maaf lahir dan batin
atas segala
lisan yang tak terjaga,
janji yang terabaikan,
hati yang berprasangka,
sikap yang menoreh luka di hati.
Taqobbalallaahu minna wa minkum
Taqobbal Ya Kariim
oleh: Taufiq Ismail
ada sajadah panjang terbentang
dari kaki buaian
sampai ke tepi kuburan hamba
kuburan hamba bila mati
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan sujud
di atas sajadah yang panjang ini
diselingi sekedar interupsi
mencari rejeki, mencari ilmu
mengukur jalanan seharian
begitu terdengar suara adzan
kembali tersungkur hamba
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan ruku’
hamba sujud tak lepas kening hamba
mengingat DIKAU sepenuhnya






