Archive for the ‘Pepesan kosong’ Category
Dari Kontes ke Kontes vs. Dari Infotainment ke Infotainment
Posted by: Gaia
June 15th, 2009 >> Pepesan kosong, Sosialita
Manohara Pinot, siapa yang tak kenal dia? Wajah manisnya dan ibunya telah menyesaki ruang berita selama 3 bulan terakhir ini. Sejak kepulangannya, Manohara tak sedetikpun buang waktu memberi wawancara khusus dari stasiun televisi yang satu ke stasiun televisi yang lain, dari satu infotainment ke infotainment yang lain. Sehingga dalam wawancara kemarin Mano mengatakan –kurang lebih– bahwa tanpa makan makanan dari Kelantan lagi, tubuhnya — yg konon naik beratnya 10 kg dalam 4 hari karena dipaksa suntik hormon — kini sudah turun 5 kg tanpa diet khusus. He3x.. kecapaian safari infotainment, barangkali ya, Mano? :D
Anyway, wajah manis remaja yang amat tegar ini saya jadikan ikon untuk tulisan ngawur saya ini sebenarnya agar blognya ikut manis aja.. ha3x. Tapi sungguh, saya salut banget terhadap Mano, karena after all what that Pangeran dari Kelantan did to her — torturing her physically and psychologically for months (!!!) – there are not even a glimpse of suffering whatsoever in her appearances. Tough girl :D God knows. I really should learn from her.
Tapi sebenernya tulisan ini bukan mau cerita tentang Manohara yang udah topmarkotop dan diliput secara ruarrrrrrrr biasa oleh media massa (bandingkan dengan minimnya pemberitaan kasus Siti Hajar yang juga mendapat penganiayaan di negara tetangga yang sama yaitu Malaysia). Melainkan cuma ingin kabar-kabari bahwa disponsori oleh GusYehia yg ngaku CahBagus, saya ber-Kampanye Damai Pemilu Indonesia di kontes yang diadakan kerajaan Sulumits Retsambew sebuah kontes SEO yang ceritanya berskala internasional, dengan keywords Sulumits Retsambew. Kata-kata aneh ini sebenarnya sederhana saja artinya: Webmaster Stimulus (baca terbalik dari belakang). Karena bukan Manohara yang laku bersafari dari infotainment satu ke infotainment lain, ya saya dari satu kontes ke kontes lainnya aja deh :D Read the rest of this entry »
“Emaaaak.. Saya (Sok Tahu) Ikut Kontes SEO“ … tapi alhamdulillah, walau dengan terSEOk-SEOk saya (kebetulan) menang, Maaak :D
WINNING IS NOT EVERYTHING, (udah baca posting pidato kemenangan saya saya itu belum?) .. tapi jujur-jujur, saya senang banget ketika Sabtu malam yang lalu, saya kebetulan membuka email dan ada pesan masuk dari Dwi Hermawanto alias Pogung177 alias Mas Wawan, judulnya : “Bukti Transfer 5 Juta Rupiah” dengan attachment bukti setoran. Alhamdulillah, alhamdulillah.. waaah senaaaangnyaaa. Makasih ya, mas Wawan. Lebih-lebih ternyata sudah ada juga pemberitahuan via sms dari Bank Mandiri, jadi semakin yakin deh bahwa saya benar-benar menang Kontes SEO Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 !! Yippiiiiiiiiii :D
Selain senang karena menang, saya juga senang banget karena se-umur2x, baru pertama kali blog saya dapat PR 4!! Plus 3 halamannya dapat PR-3 dalam waktu yang cukup singkat. Dan selama kontes berlangsung, cukup sering blog Kampanye Damai saya itu nangkring di posisi pertama, dan alhamdulillah setelah sempat “menghilang” beberapa saat, blog ber”domain-panti” seharga belasan ribu rupiah itu gak pernah beranjak dari halaman pertama. *Wakakak* norak banget yaak!
Iya lah norak abiiiiis, karena selama ini saya ngeblog ya ngeblog aja, ga terlalu perduli soal PR, Alexa Rank, trafic, posisi di Google SERP, backlinking, optimasi halaman, komen di blog dofollow dll dll. Tapi mungkin – karena umumnya teman2 peserta lain banyak yang udah jago SEO selalu “berendah hati” bilang masih newbie — akan terdengar seperti basa-basi kalau saya bilang bahwa ketika memutuskan ikut kontes ini saya nyaris ga tau apa2 tentang SEO. Tapi seorang GusYe dan yang mengenal saya pasti teriak “setujuuuu” karena tau betapa “oneng”nya saya dalam hal per-SEO-an. Read the rest of this entry »

Koq nulis tentang sendal jepit?? Sendal Jepit kan, barang yang ‘sepele’… ‘gak terhormat’… ‘gak penting’. Harganya murah, kualitasnya kebanyakan meragukan, hanya dipakai ketempat-tempat ‘tertentu’ yang gak terhormat saja, dan hampir dapat dipastikan tidak menimbulkan rasa bangga bagi pemakainya, tidak membuat orang terobsesi ingin memilikinya demi gengsi ataupun merasa sedih bila kehilangannya.
Ternyata, hal itu gak sepenuhnya benar. Coba katakan itu pada abang sepupu saya. Walau mungkin bukan karena sedih, dijamin dia akan langsung panjang lebar curhat tentang ‘musibah’ yang dialaminya 2 bulan terakhir ini : kehilangan 7 pasang sendal jepit — terutama sewaktu sholat Jum’at !! Belum lagi diembel-embeli omelannya tentang koq bisa-bisanya seseorang, yang justru sedang beribadah melakukan hal mencuri yang notabene termasuk perbuatan dosa??
Memang sih sebelumnya sudah sering terjadi, tapi kali ini rekor banget: hampir setiap minggu kehilangan sendal jepit :D Padahal segala cara sudah dilakukannya untuk mengantisipasi masalah ini, mulai dari memberi nama — bahkan dengan cara ‘mengukir’ namanya — pada sendalnya tersebut, menitipkannya di tempat penitipan dan membuat sendal barunya nampak lusuh dll. Kalau saya bilang: ” Abang kurang bersedekah kaliiiii“, biasanya dia akan menghentikan curhatnya — entah karena gak berani mendebat ataupun karena jengkel dikomentari seperti itu :P
Dan setelah perenungan panjang *wakakak* mulai hari ini, abang sepupu saya itu bertekad akan istiqomah melakukan hal-hal berikut bila pergi menunaikan sholat Jum’at di masjid :D :
Read the rest of this entry »





