oleh: Taufiq Ismail
ada sajadah panjang terbentang
dari kaki buaian
sampai ke tepi kuburan hamba
kuburan hamba bila mati
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan sujud
di atas sajadah yang panjang ini
diselingi sekedar interupsi
mencari rejeki, mencari ilmu
mengukur jalanan seharian
begitu terdengar suara adzan
kembali tersungkur hamba
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan ruku’
hamba sujud tak lepas kening hamba
mengingat DIKAU sepenuhnya
Archive for the ‘Puisi’ Category
Sajadah Panjang
Mencari Rumah-Mu, Ya Allah
MENCARI SEBUAH MASJID
Oleh : Taufiq Ismail
Aku diberitahu tentang sebuah masjid,
yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan, fondasinya batu karang dan pualam pilihan
atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan dan kubahnya tembus pandang,
berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan
Aku rindu dan mengembara mencarinya.
Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan,
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur’an dengan warna platina dan keemasan
bentuk daun-daunan [...]
PROKLAMASI 2
oleh: Hamid Jabbar
Kami bangsa Indonesia
Dengan ini menyatakan
Kemerdekaan Indonesia
Untuk kedua kalinya !
Hal-hal yang mengenai
Hak azazi manusia
Utang piutang
Dan lain-lain
Yang tak habis-habisnya
INSYA ALLAH
Akan habis
Diselenggarakan
Dengan cara seksama
Dan dalam tempo
Yang sesingkat-singkatnya
Jakarta 25 Maret 1992
Atas nama bangsa Indonesia,
Boleh siapa saja
(dinukil dari Horison Sastra Indonesia, Kitab Puisi 1)
Secara waktu, memang rada “basi’ neh postingan ini, 17-an dah hampir seminggu berlalu.
Namun, kalau [...]
Sebab Aku…
by: Karsono H. Saputra
aku berjanji mencintaimu seperti kuku jari
sebab aku tidak punya hati
yang dapat kutukar matahari
aku berjanji mencintaimu seperti petani
sebab aku bukan air sungai yang mengalir
di antara padas dan pasir
sebab aku mencintaimu
meski bukan matahari dan bukan air sungai
dari buku putih kecil tipis yang aku temukan di toko buku di pasar festival, “Sajak-sajak pendek bulan [...]
Kesaksian
by: WS Rendra
Aku mendengar suara
Jerit hewan yang terluka
Ada orang memanah rembulan
Ada anak burung terjatuh dari sarangnya
Orang-orang harus dibangunkan
Kesaksian harus diberikan
Agar kehidupan bisa terjaga
Suatu hari ketika usiaku masih 10 tahun (duh dah lupa pernah umur 10 tahun) , aku baca puisi ini di salah satu agenda usang pamanku yang nyaris dibuang. Sejak itu baris-baris demi [...]





