Archive for the ‘Puisi’ Category

Sajadah Panjang

Posted by: Gaia

September 4th, 2008 >> Puisi, Religi

oleh: Taufiq Ismail

ada sajadah panjang terbentang
dari kaki buaian
sampai ke tepi kuburan hamba
kuburan hamba bila mati
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan sujud
di atas sajadah yang panjang ini
diselingi sekedar interupsi
mencari rejeki, mencari ilmu
mengukur jalanan seharian
begitu terdengar suara adzan
kembali tersungkur hamba
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan ruku’
hamba sujud tak lepas kening hamba
mengingat DIKAU sepenuhnya

Mencari Rumah-Mu, Ya Allah

Posted by: Gaia

August 28th, 2008 >> Puisi, Religi

MENCARI SEBUAH MASJID

Oleh : Taufiq Ismail

Aku diberitahu tentang sebuah masjid,
yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan, fondasinya batu karang dan pualam pilihan
atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan dan kubahnya tembus pandang,
berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan
Aku rindu dan mengembara mencarinya.


Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan,
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur’an dengan warna platina dan keemasan
bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya
ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin
Aku rindu dan mengembara mencarinya.


Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon dan menyeru azan tak habis-habisnya membuat lingkaran mengikat pinggang dunia kemudian nadanya yang
lepas-lepas disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan juta sajadah di setiap rumah tempatnya singgah
Aku rindu dan mengembara mencarinya.


Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya
engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama
sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu, bershalatlah di mana saja
di lantai masjid ini yang besar luar biasa
Aku rindu dan mengembara mencarinya


Aku diberitahu tentang ruangan disisi mihrabnya
yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya,
di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian
yang menyimpan cahaya matahari, kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk
beraturan ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu berguna
di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta terletak disebelah menyebelah masjid kita
Aku rindu dan mengembara mencarinya


Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama dan
bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka dan pendapat bisa berlainan
namun tanpa pertikaian dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul
persaudaraan sejati dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang
di sebuah masjid yang sama
Tumpas aku dalam rindu. Mengembara mencarinya
Dimanakah dia gerangan letaknya?
Read the rest of this entry »

PROKLAMASI 2

Posted by: Gaia

August 23rd, 2008 >> Indonesia-ku, Puisi

oleh: Hamid Jabbar

Kami bangsa Indonesia
Dengan ini menyatakan
Kemerdekaan Indonesia
Untuk kedua kalinya !


Hal-hal yang mengenai
Hak azazi manusia
Utang piutang
Dan lain-lain
Yang tak habis-habisnya
INSYA ALLAH
Akan habis
Diselenggarakan
Dengan cara seksama
Dan dalam tempo
Yang sesingkat-singkatnya


Jakarta 25 Maret 1992
Atas nama bangsa Indonesia,
Boleh siapa saja


(dinukil dari Horison Sastra Indonesia, Kitab Puisi 1)

Secara waktu, memang rada “basi’ neh postingan ini, 17-an dah hampir seminggu berlalu.
Namun, kalau disimak, puisi Hamid Jabbar yang dipublish tanggal 25 Maret 1992 ini, ternyata belum basi sama sekali… Kita masih berkutat di masalah-masalah yang sama… masih yang itu-itu juga… malah lebih banyak dan lebih kompleks pula.


Semoga saja, semangat untuk tetap merdeka, masih sama juga, malah lebih besar dan lebih tangguh.
Tetap semangat !!!

*pake gaya Sony Tulung .. :D *
Salam DamaiKampanye Damai Pemilu Indonesia 2009