<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Taman Hati &#187; Puisi</title>
	<atom:link href="http://blog.gayagaia.com/gaia/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.gayagaia.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Nov 2011 16:07:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Sajadah Panjang</title>
		<link>http://blog.gayagaia.com/puisi/sajadah-panjang/</link>
		<comments>http://blog.gayagaia.com/puisi/sajadah-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 02:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gaia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[sajadah panjang]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.gayagaia.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Taufiq Ismail ada sajadah panjang terbentang dari kaki buaian sampai ke tepi kuburan hamba kuburan hamba bila mati ada sajadah panjang terbentang hamba tunduk dan sujud di atas sajadah yang panjang ini diselingi sekedar interupsi mencari rejeki, mencari ilmu mengukur jalanan seharian begitu terdengar suara adzan kembali tersungkur hamba ada sajadah panjang terbentang hamba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #999999;"><em>oleh: Taufiq Ismail</em></span></p>
<p><span style="color: #339966;">ada sajadah panjang terbentang<br />
dari kaki buaian<br />
sampai ke tepi kuburan hamba<br />
kuburan hamba bila mati<br />
ada sajadah panjang terbentang<br />
hamba tunduk dan sujud<br />
di atas sajadah yang panjang ini<br />
diselingi sekedar interupsi<br />
mencari rejeki, mencari ilmu<br />
mengukur jalanan seharian<br />
begitu terdengar suara adzan<br />
kembali tersungkur hamba<br />
ada sajadah panjang terbentang<br />
hamba tunduk dan ruku&#8217;<br />
hamba sujud tak lepas kening hamba<br />
mengingat DIKAU sepenuhnya</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.gayagaia.com/puisi/sajadah-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Rumah-Mu, Ya Allah</title>
		<link>http://blog.gayagaia.com/puisi/mencari-rumahmu-ya-allah/</link>
		<comments>http://blog.gayagaia.com/puisi/mencari-rumahmu-ya-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 18:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gaia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Taufiq Ismail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.gayagaia.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[MENCARI SEBUAH MASJID Oleh : Taufiq Ismail Aku diberitahu tentang sebuah masjid, yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan, fondasinya batu karang dan pualam pilihan atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan dan kubahnya tembus pandang, berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan Aku rindu dan mengembara mencarinya. Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan, dihiasi dengan ukiran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color: #d68000;">MENCARI SEBUAH MASJID</span></h3>
<p><span style="color: #808080;"><em>Oleh : Taufiq Ismail</em></span><br />
<br />
<span style="color: #993300;">Aku diberitahu tentang sebuah masjid,<br />
yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan, fondasinya batu karang dan pualam pilihan<br />
atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan dan kubahnya tembus pandang,<br />
berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan<br />
Aku rindu dan mengembara mencarinya.</span><br />
<br />
<span style="color: #993300;">Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan,<br />
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur&#8217;an dengan warna platina dan keemasan<br />
bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya<br />
ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin<br />
Aku rindu dan mengembara mencarinya.</span><br />
<br />
<span style="color: #993300;">Aku diberitahu tentang sebuah masjid<br />
yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon dan menyeru azan tak habis-habisnya membuat lingkaran mengikat pinggang dunia kemudian nadanya yang<br />
lepas-lepas disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan juta sajadah di setiap rumah tempatnya singgah<br />
Aku rindu dan mengembara mencarinya.</span><br />
<br />
<span style="color: #993300;">Aku diberitahu tentang sebuah masjid<br />
yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya<br />
engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama<br />
sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu, bershalatlah di mana saja<br />
di lantai masjid ini yang besar luar biasa<br />
Aku rindu dan mengembara mencarinya</span><br />
<br />
<span style="color: #993300;">Aku diberitahu tentang ruangan disisi mihrabnya<br />
yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya,<br />
di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian<br />
yang menyimpan cahaya matahari, kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk<br />
beraturan ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu berguna<br />
di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta terletak disebelah menyebelah masjid kita<br />
Aku rindu dan mengembara mencarinya</span><br />
<br />
<span style="color: #993300;">Aku diberitahu tentang sebuah masjid<br />
yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama dan<br />
bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka dan pendapat bisa berlainan<br />
namun tanpa pertikaian dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul<br />
persaudaraan sejati dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang<br />
di sebuah masjid yang sama<br />
Tumpas aku dalam rindu. Mengembara mencarinya<br />
Dimanakah dia gerangan letaknya?</span><span id="more-66"></span><br />
<br />
<span style="color: #993300;">Pada suatu hari aku mengikuti matahari<br />
ketika dipuncak tergelincir sempat lewat seperempat kwadran turun ke barat dan<br />
terdengar merdunya azan di pegunungan,<br />
dan akupun melayangkan pandangan<br />
mencari masjid itu kekiri dan kekanan,<br />
ketika seorang tak kukenal membawa sebuah gulungan,<br />
dia berkata &#8220;Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan&#8221;<br />
dia menunjuk tanah ladang itu dan di atas lahan pertanian dia bentangkan secarik tikar pandan kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran<br />
airnya bening dan dingin mengalir teraturan, tanpa kata dia berwudlu duluan.<br />
<br />
Akupun di bawah air itu menampungkan tangan, ketika kuusap mukaku,<br />
kali ketiga secara perlahan, hangat air yang terasa bukan dingin<br />
Kiranya demikianlah air pancuran bercampur dengan air mataku yang bercucuran.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.gayagaia.com/puisi/mencari-rumahmu-ya-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PROKLAMASI 2</title>
		<link>http://blog.gayagaia.com/indonesia-ku/proklamasi-2/</link>
		<comments>http://blog.gayagaia.com/indonesia-ku/proklamasi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 09:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gaia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia-ku]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi 2]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.gayagaia.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Hamid Jabbar Kami bangsa Indonesia Dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia Untuk kedua kalinya ! Hal-hal yang mengenai Hak azazi manusia Utang piutang Dan lain-lain Yang tak habis-habisnya INSYA ALLAH Akan habis Diselenggarakan Dengan cara seksama Dan dalam tempo Yang sesingkat-singkatnya Jakarta 25 Maret 1992 Atas nama bangsa Indonesia, Boleh siapa saja (dinukil dari Horison [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color: #808080;"><em>oleh: Hamid Jabbar</em></span><br />
<br />
<span style="color: #d20d35;">Kami bangsa Indonesia<br />
Dengan ini menyatakan<br />
Kemerdekaan Indonesia<br />
Untuk kedua kalinya !</span><br />
<br />
<span style="color: #d20d35;">Hal-hal yang mengenai<br />
Hak azazi manusia<br />
Utang piutang<br />
Dan lain-lain<br />
Yang tak habis-habisnya<br />
INSYA ALLAH<br />
Akan habis<br />
Diselenggarakan<br />
Dengan cara seksama<br />
Dan dalam tempo<br />
Yang sesingkat-singkatnya</span><br />
<br />
<span style="color: #d20d35;">Jakarta 25 Maret 1992<br />
Atas nama bangsa Indonesia,<br />
Boleh siapa saja</span><br />
<br />
<span style="color: #666699;"><em>(dinukil dari Horison Sastra Indonesia, Kitab Puisi 1)</em></span></p></blockquote>
<p>
<em><span style="color: #2e9d49;">Secara waktu, memang rada &#8220;basi&#8217; neh postingan ini, 17-an dah hampir seminggu berlalu.<br />
</span><span style="color: #2e9d49;"> Namun, kalau disimak, puisi Hamid Jabbar yang dipublish tanggal 25 Maret 1992 ini, ternyata belum basi sama sekali&#8230; Kita masih berkutat di masalah-masalah yang sama&#8230; masih yang itu-itu juga&#8230; malah lebih banyak dan lebih kompleks pula.</span></em><br />
<br />
<em><span style="color: #2e9d49;">Semoga saja, semangat untuk tetap merdeka, masih sama juga, malah lebih besar dan lebih tangguh.<br />
Tetap semangat !!!</span></em></p>
<p><span style="color: #b1a080;"><em>*pake gaya Sony Tulung .. :D *</em></span><br />
Salam Damai<a href=" http://kampanyedamaipemilu2009.info/">Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.gayagaia.com/indonesia-ku/proklamasi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebab Aku&#8230;</title>
		<link>http://blog.gayagaia.com/loved-ones/sebab-aku/</link>
		<comments>http://blog.gayagaia.com/loved-ones/sebab-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 18:18:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gaia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Loved ones]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[mencintaimu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.gayagaia.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[by: Karsono H. Saputra aku berjanji mencintaimu seperti kuku jari sebab aku tidak punya hati yang dapat kutukar matahari aku berjanji mencintaimu seperti petani sebab aku bukan air sungai yang mengalir di antara padas dan pasir sebab aku mencintaimu meski bukan matahari dan bukan air sungai dari buku putih kecil tipis yang aku temukan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color: #808080;">by: Karsono H. Saputra</span><br />
</em></p>
<blockquote><p><span style="color: #a6445f;">aku berjanji  mencintaimu seperti kuku jari<br />
sebab aku tidak punya hati<br />
yang dapat kutukar matahari</span></p>
<p><span style="color: #a6445f;">aku berjanji mencintaimu seperti petani<br />
sebab aku bukan air sungai yang mengalir<br />
di antara padas dan pasir</span></p>
<p><span style="color: #a6445f;">sebab aku mencintaimu<br />
meski bukan matahari dan bukan air sungai</span></p></blockquote>
<p><em><span style="color: #b4b436;">dari buku putih kecil tipis yang aku temukan di toko buku di pasar festival, &#8220;<strong>Sajak-sajak pendek bulan terang&#8221;</strong> kumpulan puisi karya Karsono H. Saputra. Semoga penulisnya gak keberatan karyanya aku share disini. Amiiin</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.gayagaia.com/loved-ones/sebab-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesaksian</title>
		<link>http://blog.gayagaia.com/puisi/kesaksian/</link>
		<comments>http://blog.gayagaia.com/puisi/kesaksian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 15:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gaia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.gayagaia.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[by: WS Rendra Aku mendengar suara Jerit hewan yang terluka Ada orang memanah rembulan Ada anak burung terjatuh dari sarangnya Orang-orang harus dibangunkan Kesaksian harus diberikan Agar kehidupan bisa terjaga Suatu hari ketika usiaku masih 10 tahun (duh dah lupa pernah umur 10 tahun) , aku baca puisi ini di salah satu agenda usang pamanku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color: #999999;">by: WS Rendra</span></em></p>
<blockquote>
<h3><strong><span style="color: #dd522b;">Aku mendengar suara<br />
Jerit hewan yang terluka<br />
Ada orang memanah rembulan<br />
Ada anak burung terjatuh dari sarangnya<br />
Orang-orang harus dibangunkan<br />
Kesaksian harus diberikan<br />
Agar kehidupan bisa terjaga</span></strong></h3>
</blockquote>
<h4><span style="color: #800000;"><span style="color: #749b00;"><strong>Suatu hari ketika usiaku masih 10 tahun (duh dah lupa pernah umur 10 tahun) , aku baca puisi ini di salah satu agenda usang pamanku yang nyaris dibuang.  Sejak itu baris-baris demi baris puisi ini gak pernah luput dari ingatanku. *eh* kecuali baris &#8220;orang-orang harus dibangunkan&#8221; .. yang sumpah, aku lupa&#8230;kemarin ketika browsing, gak sengaja menemukan puisi ini secara utuh.. seneng banget.</strong></span><em><br />
</em></span></h4>
<p><br/>><br />
Salam Damai<a href=" http://kampanyedamaipemilu2009.info/">Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.gayagaia.com/puisi/kesaksian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKU INGIN</title>
		<link>http://blog.gayagaia.com/puisi/aku-ingin/</link>
		<comments>http://blog.gayagaia.com/puisi/aku-ingin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 09:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gaia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.gayagaia.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #993366;"><em>Oleh :<br />
Sapardi Djoko Damono</em></span></p>
<p><span style="color: #de161e;">Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan kata yang tak sempat diucapkan<br />
kayu kepada api yang menjadikannya abu</span></p>
<p><span style="color: #de161e;">Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br />
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.gayagaia.com/puisi/aku-ingin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Pagi Indonesia</title>
		<link>http://blog.gayagaia.com/puisi/selamat-pagi-indonesia/</link>
		<comments>http://blog.gayagaia.com/puisi/selamat-pagi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 09:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gaia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.gayagaia.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Sapardi Djoko Damono selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk dan menyanyi kecil buatmu. aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu, dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu dalam kerja yang sederhana; bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar dan tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal. selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #993366;"><em>Oleh :<br />
Sapardi Djoko Damono</em></span></p>
<p><span style="color: #993366;"><em></em></span><br />
<span style="color: #457542;"> selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk<br />
dan menyanyi kecil buatmu.<br />
aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu,<br />
dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu dalam<br />
kerja yang sederhana;<br />
bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar dan<br />
tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal.<br />
selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah,<br />
di mata para perempuan yang sabar,<br />
di telapak tangan yang membatu para pekerja jalanan;<br />
kami telah bersahabat dengan kenyataan<br />
untuk diam-diam mencintaimu.<br />
pada suatu hari tentu kukerjakan sesuatu<br />
agar tak sia-sia kau melahirkanku.<br />
seekor ayam jantan menegak, dan menjeritkan salam<br />
padamu, kubayangkan sehelai bendera berkibar di sayapnya.<br />
aku pun pergi bekerja, menaklukan kejemuan,<br />
merubuhkan kesangsian,<br />
dan menyusun batu-demi batu ketabahan, benteng<br />
kemerdekaanmu pada setiap matahari terbit, o anak jaman<br />
yang megah,<br />
biarkan aku memandang ke Timur untuk mengenangmu<br />
wajah-wajah yang penuh anak-anak sekolah berkilat,<br />
para perempuan menyalakan api,<br />
dan di telapak tangan para lelaki yang tabah<br />
telah hancur kristal-kristal dusta, khianat dan pura-pura.</span></p>
<p><span style="color: #457542;">Selamat pagi, Indonesia, seekor burung kecil<br />
memberi salam kepada si anak kecil;<br />
terasa benar : aku tak lain milikmu</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.gayagaia.com/puisi/selamat-pagi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

