Oh Sendal Jepit
Posted on: Friday, Oct 10, 2008

Koq nulis tentang sendal jepit?? Sendal Jepit kan, barang yang ‘sepele’… ‘gak terhormat’… ‘gak penting’. Harganya murah, kualitasnya kebanyakan meragukan, hanya dipakai ketempat-tempat ‘tertentu’ yang gak terhormat saja, dan hampir dapat dipastikan tidak menimbulkan rasa bangga bagi pemakainya, tidak membuat orang terobsesi ingin memilikinya demi gengsi ataupun merasa sedih bila kehilangannya.
Ternyata, hal itu gak sepenuhnya benar. Coba katakan itu pada abang sepupu saya. Walau mungkin bukan karena sedih, dijamin dia akan langsung panjang lebar curhat tentang ‘musibah’ yang dialaminya 2 bulan terakhir ini : kehilangan 7 pasang sendal jepit — terutama sewaktu sholat Jum’at !! Belum lagi diembel-embeli omelannya tentang koq bisa-bisanya seseorang, yang justru sedang beribadah melakukan hal mencuri yang notabene termasuk perbuatan dosa??
Memang sih sebelumnya sudah sering terjadi, tapi kali ini rekor banget: hampir setiap minggu kehilangan sendal jepit :D Padahal segala cara sudah dilakukannya untuk mengantisipasi masalah ini, mulai dari memberi nama — bahkan dengan cara ‘mengukir’ namanya — pada sendalnya tersebut, menitipkannya di tempat penitipan dan membuat sendal barunya nampak lusuh dll. Kalau saya bilang: ” Abang kurang bersedekah kaliiiii“, biasanya dia akan menghentikan curhatnya — entah karena gak berani mendebat ataupun karena jengkel dikomentari seperti itu :P
Dan setelah perenungan panjang *wakakak* mulai hari ini, abang sepupu saya itu bertekad akan istiqomah melakukan hal-hal berikut bila pergi menunaikan sholat Jum’at di masjid :D :
- Memakai sendal jepit yang kiri kanannya berlainan warna… seperti gambar di awal postingan ini. Gak ada jaminan memang, namun Ayah teman saya telah melakukannya berpuluh tahun, dan prosentasi “insiden kehilangan” boleh dibilang mendekati level zero.
- Meskipun merasa kurang sreg, sekali-sekali akan juga bereksperimen membawa sang sendal masuk ke masjid, tentunya setelah dibungkus dengan rapi dan diletakkan didekat sajadah sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kenyamanan siapa pun.
- Ikhlas, walau sendal berlainan warna itu akhirnya tetap raib.
- Relakan sepenuh hati sebagai ‘sedekah’ bagi si pencuri sendal ‘yang membutuhkan’
- Mendo’akan agar si pencuri sendal “yang bersangkutan” tidak lagi mempraktekkan anjuran “meninggalkan yang buruk-buruk dan mengambil yang baik-baik” secara salah kaprah :D
Semoga mulai hari Jum’at yang baik ini, ‘keberuntungan’ akan mulai berpihak lagi pada abang sepupu saya. Amiiin.
Catatan kecil: *pepesan kosong banget ya, tp lumayan buat mengalihkan perasaan saya yang entah kenapa tiba-tiba galau — pastinya sih bukan karena kehilangan sendal jepit.. kikikik*
- Tags: bersedekah, Intermezzo, sendal jepit
- 14 Comments






Gus Yehia
October 10th, 2008 at 8:12 pm
Permalink this comment
1
Gai, suruh pake sandal kiri aja atau kanan aja, Aman dah :-D
Waks shah ngeblog :-D dapat murid dunk.. BTW thanks Doanya di plurk
Gus Yehia´s last blog post..Syahrul Kirom
G.a.i.a
October 11th, 2008 at 12:57 pm
Permalink this comment
2
Alhamdulillah, GusYe udah penampakan lagi! Mudah2an dah sembuh total yak. Amiin.
Aku malah bilang, perginya gak usah bawa sendal, .. pulangnya aja bawa dari sana *wakakak*
Gus Yehia
October 11th, 2008 at 4:15 pm
Permalink this comment
3
Alhamdulillah, iya InshaAllah Sembuh total berkat doa Gaia,
Gus Yehia´s last blog post..Dari I’tikaf sampai Mushtashfa
Andy MSE
October 11th, 2008 at 9:52 pm
Permalink this comment
4
Tricknya jitu banget… bisa jadi mbesok-mbesok, pakai sendal berlainan warna bisa jadi trend… setelah itu, trick-nya nggak jitu lagi, hehehe…
*makasih sudah berkunjung ke blog-ku
Andy MSE´s last blog post..Zikir Menyembuhkan Kankerku
G.a.i.a
October 12th, 2008 at 1:49 pm
Permalink this comment
5
Mmmm.. nanti ciptakan trend baru bersandal ke masjid lagi ajaaah :D
Yari NK
October 12th, 2008 at 7:32 pm
Permalink this comment
6
Sebelah kiri pakai sandal…. sebelah kanan pakai sepatu… ditanggung nggak ada yang nyolong…. dan ditanggung bakalan disangka saudaranya sis Gaia, eh maksud ane bakalan disangka gila… wakakakak….. :lol:
Yari NK´s last blog post..RUU Pornografi – Perlu Nggak Ya?
yopan Prihadi
October 12th, 2008 at 8:17 pm
Permalink this comment
7
Sandal jepi aja jadi urusan yah..
gimana jadinya kalo pake sandal Nickermant?…kayaknya bakal tambah heboh tuh….he..he..
Lam kenal balik nih…and makasih dah berkunjung yah…
Gaia
October 16th, 2008 at 9:35 am
Permalink this comment
8
Makasih juga kunjungan baliknya.
He2x..iya, cuma sendal jepit :D Cuma kalau tiap minggu hilang, berarti “sedekah”nya hampir 1/2 juta rupiah setahunnya, bro … *waks gak nyambung yah*
Gaia
October 16th, 2008 at 9:38 am
Permalink this comment
9
*Wakakak*.. boleh juga tuh dicoba.. paling disangka gila. Lebih gila lagi kalau ternyata tetep hilang juga :P
Abi Bakar
October 23rd, 2008 at 8:07 pm
Permalink this comment
10
Wah Gaia ternyata memberi perhatian khusus sama keamanan sendal jepit ye? Gpp deh asal bukan beri perhatian khusus untuk nimpuk orang pake sandal jepit…:D
Abi Bakar´s last blog post..Laporan Singkat Kontes Busby SEO Test
Gaia
October 31st, 2008 at 12:39 pm
Permalink this comment
11
@ Abi Bakar:
Ho oh… soale tiap minggu dengerin sepupuku ngomel tentang sendal jepitnya hilang… jadi timbul inspirasi deh iseng nulis disini.
Nimpuk orang pake sendal jepit? Insya Allah jangan sampe…. kecuali kalo ngeselin banget, boleh juga tuh idenya :P
marsudiyanto
December 29th, 2008 at 8:57 pm
Permalink this comment
12
Knapa saya kok bisa terlambat komentar di sini ya…
Jangan2 yang comment sebelum saya itu pakai sandal jepit sehingga bisa lari duluan.
Saya pakai sepatu jadi nglepasnya agak susah
marsudiyanto´s last blog post..Bulan Telematika
admin
January 4th, 2009 at 3:21 pm
Permalink this comment
13
Better late than never, pak :D
Mdh2an sepatunya bukan “dari mesjid” ya pak :D
*kabooorr.. takut kualat sama pinisepuh*
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
April 16th, 2009 at 9:26 am
Permalink this comment
14
Kalo hilang, anggap aja sedang bersedekah :D
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009’s last blog post..Indonesia Memilih (bagian pertama)