oleh: Taufiq Ismail

ada sajadah panjang terbentang
dari kaki buaian
sampai ke tepi kuburan hamba
kuburan hamba bila mati
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan sujud
di atas sajadah yang panjang ini
diselingi sekedar interupsi
mencari rejeki, mencari ilmu
mengukur jalanan seharian
begitu terdengar suara adzan
kembali tersungkur hamba
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan ruku’
hamba sujud tak lepas kening hamba
mengingat DIKAU sepenuhnya

Posted by Gaia
Dated: 4th September 2008
Filled Under: Puisi, Religi
Comments: 17 Comments

Isi Ulang Iman :D


Ba’da Subuh tadi saya menerima sms dari seorang teman. Sambil setengah mengantuk, saya terheran membaca penggalan isi pesannya di layar hp saya : “Pelanggan yang dimuliakan ………… “.


Saya membatin: “Mmmm.. sejak kapan gue jadi pelanggannya :P … salah kirim kali ni anak” :D


Setelah message-nya full terbuka, baru deh saya tersenyum sendiri.

Pelanggan yang dimuliakan Allah,
Masa Aktif Hidup Anda akan segera berakhir.
Saldo Pahala anda sudah tidak mencukupi untuk cita-cita menuju surga Illahi.
Segera isi ulang iman anda sebelum nyawa anda diblokir.
Tersedia isi ulang iman di bulan Ramadhan.
Semakin banyak melakukan isi ulang, semakin banyak poin yang anda kumplkan.
Kumpulkan poin sebanyak-banyaknya.
Raihlah kemenangan lahir dan batin.



Marhaban Ya Ramadhan.
Mohon maaf lahir batin.



Isi Ulang Iman.
Subhanallah.
Betapa sering tanpa sadar kita melalaikannya.


Dalam bulan yang dimuliakan ini, semoga Allah SWT semakin dekat dalam hati, dalam setiap pikiran, ucapan dan tindakan kita. Amiin.

Posted by Gaia
Dated: 31st August 2008
Filled Under: Religi
Comments: 7 Comments

Alhamdulillah, Insya Allah 3 hari lagi sama-sama kita jelang dengan penuh kegembiraan datangnya bulan Ramadhan , penghulu segala bulan, yang penuh berkah, rahmah dan ampunan.


Bagi saya pribadi, bulan Ramadhan selalu menimbulkan ’sensasi’ yang indah, yang berbeda — ada rasa haru, harap dan cemas menyelinap di hati. Haru yang disertai rasa bahagia karena masih diizinkan mengalami satu Ramadhan lagi. Penuh harap untuk mendapatkan berkah, rahmah Allah SWT dan ampunan-NYA bagi segala kekhilafan yang pasti pernah saya lakukan pada sebelas bulan kebelakang. Cemas — namun penuh optimisme — semoga saya mampu melalui semua ujian dalam bulan Ramadhan dan bulan-bulan sesudahnya.


Khususnya Ramadhan lalu, Allah memberi saya pengalaman dan pelajaran yang berharga tentang keyakinan kepada-NYA, tentang cinta kepada orang tua. tentang kesabaran, persaudaraan dan persahabatan, tentang memaafkan — ketika ibunda tersayang menjalani perawatan yang cukup lama di rumah sakit. Subhanallah.


Dan menjelang Ramadhan kali ini, do’a yang sama saya panjatkan — semoga diberi kesehatan dan kebersihan hati dan kekuatan niat untuk menjalani perintah Allah SWT dan meraih segala keutamaan bulan  Ramadhan.


Juga permohonan pada para sanak saudara, kerabat, sahabat, kawan maupun lawan semoga ikhlas saling membukakan pintu maaf yang seluas-luasnya atas segala lisan dan perbuatan yang tak terjaga dan juga prasangka yang tak berdasar,  untuk mensucikan hati dalam meraih ‘kemenangan’ dalam bulan yang suci ini. Amiin, amiin Ya Rabb.


Mari kita sambut bulan Ramadhan dan “Ramadhan-Big-Sale” dengan lapang dada, penuh keikhlasan dan kepatuhan serta kegembiraan tanpa keluhan.

RAMADHAN BIG SALE

Jangan lewatkan kesempatan BIG SALE
Obral besar-besaran pahala tiada bandingan
Diskon ampunan dipotong sampai 99%
Ramadhan telah datang
Selama satu bulan penuh rahmah dan berkah
Panjatkan doa selalu
Jangan ketinggalan shalat malam dan baca Al-Qur’an
Kumpulkan point amalan anda
Sunnah berpahala disamakan dengan yang wajib
Point bagi yang wajib dilipatgandakan
Juga nantikan bonus tak terduga di akhir bulan
Siapa tahu berhak mendapat kesempatan raih door-prize “Lailatul Qadr”
Ayo kita beramai-ramai menghidupkan Ramadhan.


RAMADHAN MUBARAK!!

Posted by Gaia
Dated: 29th August 2008
Filled Under: Religi
Comments: 4 Comments

MENCARI SEBUAH MASJID

Oleh : Taufiq Ismail

Aku diberitahu tentang sebuah masjid,
yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan, fondasinya batu karang dan pualam pilihan
atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan dan kubahnya tembus pandang,
berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan
Aku rindu dan mengembara mencarinya.


Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan,
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur’an dengan warna platina dan keemasan
bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya
ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin
Aku rindu dan mengembara mencarinya.


Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon dan menyeru azan tak habis-habisnya membuat lingkaran mengikat pinggang dunia kemudian nadanya yang
lepas-lepas disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan juta sajadah di setiap rumah tempatnya singgah
Aku rindu dan mengembara mencarinya.


Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya
engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama
sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu, bershalatlah di mana saja
di lantai masjid ini yang besar luar biasa
Aku rindu dan mengembara mencarinya


Aku diberitahu tentang ruangan disisi mihrabnya
yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya,
di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian
yang menyimpan cahaya matahari, kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk
beraturan ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu berguna
di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta terletak disebelah menyebelah masjid kita
Aku rindu dan mengembara mencarinya


Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama dan
bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka dan pendapat bisa berlainan
namun tanpa pertikaian dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul
persaudaraan sejati dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang
di sebuah masjid yang sama
Tumpas aku dalam rindu. Mengembara mencarinya
Dimanakah dia gerangan letaknya?
Read the rest of this entry »

Posted by Gaia
Dated: 28th August 2008
Filled Under: Puisi, Religi
Comments: Post the 1st one!

oleh: Hamid Jabbar

Kami bangsa Indonesia
Dengan ini menyatakan
Kemerdekaan Indonesia
Untuk kedua kalinya !


Hal-hal yang mengenai
Hak azazi manusia
Utang piutang
Dan lain-lain
Yang tak habis-habisnya
INSYA ALLAH
Akan habis
Diselenggarakan
Dengan cara seksama
Dan dalam tempo
Yang sesingkat-singkatnya


Jakarta 25 Maret 1992
Atas nama bangsa Indonesia,
Boleh siapa saja


(dinukil dari Horison Sastra Indonesia, Kitab Puisi 1)

Secara waktu, memang rada “basi’ neh postingan ini, 17-an dah hampir seminggu berlalu.
Namun, kalau disimak, puisi Hamid Jabbar yang dipublish tanggal 25 Maret 1992 ini, ternyata belum basi sama sekali… Kita masih berkutat di masalah-masalah yang sama… masih yang itu-itu juga… malah lebih banyak dan lebih kompleks pula.


Semoga saja, semangat untuk tetap merdeka, masih sama juga, malah lebih besar dan lebih tangguh.
Tetap semangat !!!

*pake gaya Sony Tulung .. :D *

Posted by Gaia
Dated: 23rd August 2008
Filled Under: Indonesia-ku, Puisi
Comments: 3 Comments