Gaza: a picture is worth a thousand words

Posted on: Monday, Jan 12, 2009

Resolusi 2009 dan Blogger Kaya Hati

Posted on: Wednesday, Jan 7, 2009

Created by: Khai

Created by: Khai




Maaf, maaf, maaf teman-teman.

Terutama kepada Arif dan teman baru saya Evyta yang sedang sibuk dengan Busby SEO Test yang sempat bertanya kenapa blog ini lama gak di-update.




Alasan resminya siiih, karena 2-3 bulan terakhir ini beberapa kali blog Taman Hati terserang ‘tsunami’. Pertama, karena ke”katrok”an saya, blog ini sempat menghilang ketika saya melakukan upgrade WordPress. Kedua, karena bandwidth exceeded. Yang terakhir ini, jujur2 maunya karena trafik yg tinggi bukan karena trafik yang ber-ton2, tapi semata memang bandwidthnya terbatas :D Insya Allah hal-hal tersebut gak terjadi lagi nantinya, karena saya udah tambah pinter blog ini pindah rumah ke hosting baru dengan bandwith yang cukupan deh :D


Ada kesedihan, ada kebahagiaan.
Horrrreee..!!! Sekarang saya punya ‘banner’, yang saya berharap banget silakan dicuri, suatu yang sudah saya idamkan sejak lama tapi gak tau cara bikinnya. Bagus kaaaan ??? Blogger kaya hati Khai adalah sahabat yang amat mengerti dan mau2nya membikinkan banner itu buat saya, sekalipun saya “malu-malu kucing” padahal sebenarnya maksa untuk meminta dibuatkan. Terima kasih yang luaaas dan dalaaam, ya Khai!



Gus Yehia adalah sahabat blogger 1/2 hati kaya hati lainnya yang gak pernah bosan saya paksa ‘turun tangan’ untuk membereskan tsunami atau badai2 kecil yang sering terjadi dirumah taman saya ini. Terima kasih yang tak terhingga banget ya Gus Uye !


Posting pertama di tahun 2009 ini ingin saya akhiri dengan resolusi semoga bukan pepesan kosong yang gak muluk2: Insya Allah saya lebih rajin ibadah, lebih sehat dan lebih tegar melalui hari-hari yang akan datang.
Dan… lebih rajin ngeblog kali yeeeeee :D



Selamat Tahun Baru 2009 untuk teman-teman semua agak terlambat ga apa2 yaa !!
Semoga segala resolusi dan harapan kita di tahun depan mendapatkan berkah dan ridho Allah SWT.



Amiin, amiin Ya Rabb.

Salam Damai
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Pemuda kemana…

Posted on: Wednesday, Oct 29, 2008

Pemuda kemana langkahmu menuju?
Apa yang membuat engkau ragu? ……

Petikan lagu “PEMUDA” oleh: Chaseiro

Sejatinya posting ini harusnya tampil kemarin, namun tertunda ke hari ini karena sejak beberapa hari lalu blog ini terkena ‘musibah kecil’.
Tadinya pun, ingin hadirkan lagu Satu Nusa-nya L. Manik :

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa kita …
Tanah air pasti jaya untuk s’lama-lamanya
Indonesia pusaka, Indonesia tercinta
Nusa Bangsa dan Bahasa kita bela bersama

Tapi gak ada salahnya kalau 80 tahun peringatan Sumpah Pemuda kali ini kita renungkan maknanya sambil mendengarkan atau ikut menyanyikan lagunya Chaseiro ini.

P E M U D A – oleh: Chaseiro  note


Read the rest of this entry »

Izinkan aku …

Posted on: Thursday, Oct 16, 2008

kids-hlding-quran


Izinkan aku berdoa
bukan agar terhindar dari bahaya
melainkan agar aku tiada takut menghadapinya
Izinkan aku memohon
bukan agar penderitaanku hilang
melainkan agar hatiku teguh menghadapinya
Izinkan aku tidak mencari sekutu dalam perjuangan hidupku
melainkan memperoleh kekuatanku sendiri
Izinkan aku tidak memohon keselamatan dengan ketakutan dan kegelisahan
melainkan memiliki harapan dan
bersabar untuk memenangkan kebebasanku
Berkati aku
sehingga aku tidak menjadi pengecut
dengan merasakan kemurahan-Mu
dalam keberhasilanku semata
Tapi biarkan aku menemukan
genggaman tangan-Mu
dalam kegagalanku



(terjemahan karya Rabindranath Tagore)

Bertahun lalu, almarhum ayahku mengenalkan karya Rabindranath Tagore ini padaku. Aku menyimak dengan khusyuk, tanpa memahami betul makna dibalik kata-kata indahnya. Hari-hari ini rangkaian kata-kata tersebut kembali memenuhi batinku. Kali ini, memaknainya dengan caraku sendiri, kata demi katanya membawa kedamaian tersendiri dihati.


*Rindu ayah*

Oh Sendal Jepit

Posted on: Friday, Oct 10, 2008

sendaljepit1

Koq nulis tentang sendal jepit?? Sendal Jepit kan, barang yang ‘sepele’… ‘gak terhormat’… ‘gak penting’. Harganya murah, kualitasnya kebanyakan meragukan, hanya dipakai ketempat-tempat ‘tertentu’  yang gak terhormat saja, dan hampir dapat dipastikan tidak menimbulkan rasa bangga bagi pemakainya, tidak membuat orang terobsesi ingin memilikinya demi gengsi ataupun merasa sedih bila kehilangannya.

Ternyata, hal itu gak sepenuhnya benar. Coba katakan itu pada abang sepupu saya. Walau mungkin bukan karena sedih, dijamin dia akan langsung panjang lebar curhat tentang ‘musibah’ yang dialaminya 2 bulan terakhir ini : kehilangan 7 pasang sendal jepit — terutama sewaktu sholat Jum’at !! Belum lagi diembel-embeli omelannya tentang koq bisa-bisanya seseorang,  yang justru sedang beribadah melakukan hal mencuri yang notabene termasuk perbuatan dosa??

Memang sih sebelumnya sudah sering terjadi, tapi kali ini rekor banget: hampir setiap minggu kehilangan sendal jepit :D Padahal segala cara sudah dilakukannya untuk mengantisipasi masalah ini, mulai dari memberi nama — bahkan dengan cara ‘mengukir’ namanya — pada sendalnya tersebut, menitipkannya di tempat penitipan dan membuat sendal barunya nampak lusuh dll. Kalau saya bilang: ” Abang kurang bersedekah kaliiiii“, biasanya dia akan menghentikan curhatnya — entah karena gak berani mendebat ataupun karena jengkel dikomentari seperti itu  :P

Dan setelah perenungan panjang *wakakak* mulai hari ini, abang sepupu saya itu bertekad akan istiqomah melakukan hal-hal berikut bila pergi menunaikan sholat Jum’at di masjid :D :

Read the rest of this entry »