<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Taman Hati &#187; Kekerasan Dalam Rumah Tangga</title>
	<atom:link href="http://blog.gayagaia.com/tag/kekerasan-dalam-rumah-tangga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.gayagaia.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Nov 2011 16:07:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Hindari KDRT &#8211; amati pasanganmu!</title>
		<link>http://blog.gayagaia.com/tentang-perempuan/tips-hindari-kdrt-amati-pasanganmu/</link>
		<comments>http://blog.gayagaia.com/tentang-perempuan/tips-hindari-kdrt-amati-pasanganmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 08:22:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gaia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Dalam Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips hindari KDRT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.gayagaia.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Pasti semua sudah pernah dengar bahwa dalam mencari pasangan hidup, menurut falsafah Jawa, amatlah sangad penting untuk memperhatikan : bibit, bebet, bobot. Ga perduli apakah si dia bernama Master Sulumits Retsambew atau Sulumits Retsambew Dodol, Sulumits Wong Sableng, Tukang Nggame, Tukang Kampanye Damai atau pun Sang Visioner, selama memenuhi kriteria bibit (asal-usul keluarga, keturunan), bebet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #a43c51;"><a href="http://blog.gayagaia.com/wp-content/uploads/2009/06/stopkekerasandalamrumahtangga2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-547" title="stopkekerasandalamrumahtangga2" src="http://blog.gayagaia.com/wp-content/uploads/2009/06/stopkekerasandalamrumahtangga2-150x150.jpg" alt="stopkekerasandalamrumahtangga2" width="150" height="150" /></a><span style="color: #249292;">Pasti semua sudah pernah dengar bahwa dalam mencari pasangan hidup, menurut falsafah Jawa, amatlah sangad penting untuk memperhatikan : <strong> <em>bibit, bebet, bobot</em>.</strong> Ga perduli apakah si dia bernama Master <a href="http://sulumitsretsambewmaster.com/">Sulumits Retsambew</a> atau <a href="http://yehia.org/">Sulumits Retsambew</a> Dodol, <a href="http://sulumitsretsambew.wongsableng.net/">Sulumits</a> Wong Sableng,  <a href="http://tukangnggame.marsudiyanto.info/">Tukang Nggame</a>, Tukang <a href="http://kampanyedamaipemilu2009.info/">Kampanye Damai</a> atau pun <a href="http://khai.yehia.org/rusli-zainal-sang-visioner">Sang Visioner</a>, selama memenuhi kriteria bibit (asal-usul keluarga, keturunan),  bebet (harkat/martabat/gengsi, who&#8217;s who keluarga/lingkungan/temannya),  dan bobot (nilai pribadi/ diri &#8211;pendidikan, kepintarannya, pekerjaan dan kualitas hidup lainnya) dijamin deh hubungan dengan si Dia dapat restu 100% dari ortu, keluarga dan para pinisepuh.</span></span></p>
<p><span style="color: #249292;">Apakah kriteria tersebut masih berlaku di jaman sekarang? Hmm.. menurut saya, sedikit banyaknya pasti lah secara langsung atau gak langsung tetap jadi tolok ukur apakah seseorang itu pantas untuk dijadikan pasangan hidup. Setuju gak? :P  Tapi melihat maraknya kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) akhir2 ini, rasanya penting untuk secara lebih spesifik memperhatikan beberapa hal lainnya dari sang calon pasangan.</span></p>
<p><span style="color: #249292;">Kenapa ini menjadi penting? <strong>Karena kasus KDRT  merupakan kasus yang lebih sulit diselesaikan dibanding dengan kasus kekerasan yang dilakukan oleh majikan, misalnya.</strong> Menjadi pelik dan rumit karena di dalamnya terlibat perasaan cinta, gak mau kehilangan, rasa malu, gak mau diketahui orang, menganggap masalah tersebut masalah intern/ aib keluarga dsb dsb. Menjadi memilukan karena orang yang dicintai adalah orang yang menyakiti. Namun, kasus KDRT sesungguhnya dapat dicegah atau diantisipasi, dengan memperhatikan secara seksama dan dalam tempo yang tidak singkat hal-hal berikut (kutipan artikel di Nyata, edisi Juni 2009):</span><span id="more-541"></span></p>
<p><span style="color: #993300;"><strong>PENGAMATAN</strong></p>
<p>Amati sikap, perilaku dan ucapan pasangan  selama masih dalam proses pacaran. Perhatikan tanda-tanda apakah ia berpotensi besar melakukan KDRT:</span></p>
<li><span style="color: #993300;">Suka bersikap kasar seperti menampar, memukul, menendang dan semacamnya</span></li>
<li><span style="color: #993300;">Suka mengucapkan kata-kata kasar dengan intonasi tinggi yang ditujukan pada anda, misalnya: &#8220;kamu tolol!&#8221;, &#8220;dimana otakmu&#8221; dll</span></li>
<li><span style="color: #993300;">Suka mengeluarkan kata-kata yang kejam dan tajam ketika menanggapi sesuatu, misal : &#8220;rasain biar mampus aja tuh orang!&#8221;</span></li>
<li><span style="color: #993300;">Memberikan banyak batasan, seperti tidak boleh pakai sepatu high heels karena takut pria lain bisa bisa tergoda, tidak boleh keluar rumah tanpa didampingi dirinya, dan semacamnya.</span></li>
<li><span style="color: #993300;">Sering cemburu buta.  Hal2 sepele bisa membuatnya cemburu dan marah besar</span></li>
<li><span style="color: #993300;">Melakukan date rape atau pemerkosaan atas nama cinta. Anda dipaksa melayani dia sebelum sah menjadi suami-isteri</span></li>
<p><span style="color: #993300;"><strong>BERTANYA</strong></p>
<p>Dalam interaksi sehari-hari sebelum menikah dengannya, coba sempatkan untuk mengamati dan bertanya tentang hal seputar dirinya:</span></p>
<li><span style="color: #993300;">Bagaimana hubungan bapak dan ibunya di rumah?</span></li>
<li><span style="color: #993300;">Pernahkah melihat/ mengalami kekerasan di rumahnya? Konon 90% persen pelaku KDRT merupakan saksi atau korban dari kekerasan</span></li>
<p><span style="color: #339966;"><span style="color: #993300;"><strong>SADAR INSTINK/ ALARM DIRI</strong></p>
<p>Setiap perempuan secara alamiah memiliki feeling yang kuat terhadap sesuatu, termasuk ketika memilih pasangan hidupnya. Feeling ini merupakan &#8216;alarm&#8217; yang penting untuk diperhatikan/dipertimbangkan</span>.</span></p>
<p><span style="color: #249292;">Nah.. jika hal-hal tersebut melekat dalam diri sang calon atau dengan kata lain ia berpotensi melakukan KDRT, lebih baik pikir-pikir lagi deeeh. Dengarkan kata hati atau &#8216;alarm&#8221; yang ada dalam diri kamu wahai para perempuan.  Siapapun dia, Raden Mas <a href="http://sulumitsretsambewmaster.com/">Sulumits</a>, King <a href="http://yehia.org/">Retsambew</a> atau Prof.Dr. <a href="http://tukangnggame.marsudiyanto.info/">Tukang Nggame</a>, MWp., tetaplah<a href="http://tukangnggame.marsudiyanto.info/"> </a><span style="text-decoration: line-through;"> semangat </span> gunakan hati dan pikiran. Ingat lho&#8230; konon jika perasaan sedang dipenuhi oleh rasa cinta, maka <span style="color: #993300;"><em>&#8220;ta* kambing serasa coklat&#8221;</em></span> &#8230; (bayangkan kalau cinta itu udah ga ada .. hi3x :D ).</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.gayagaia.com/tentang-perempuan/tips-hindari-kdrt-amati-pasanganmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

