Posted by: Gaia
January 7th, 2009 >> Sahabat

Created by: Khai
Maaf, maaf, maaf teman-teman.
Terutama kepada Arif dan teman baru saya Evyta yang sedang sibuk dengan Busby SEO Test yang sempat bertanya kenapa blog ini lama gak di-update.
Alasan resminya siiih, karena 2-3 bulan terakhir ini beberapa kali blog Taman Hati terserang ‘tsunami’. Pertama, karena ke”katrok”an saya, blog ini sempat menghilang ketika saya melakukan upgrade WordPress. Kedua, karena bandwidth exceeded. Yang terakhir ini, jujur2 maunya karena trafik yg tinggi bukan karena trafik yang ber-ton2, tapi semata memang bandwidthnya terbatas :D Insya Allah hal-hal tersebut gak terjadi lagi nantinya, karena saya udah tambah pinter blog ini pindah rumah ke hosting baru dengan bandwith yang cukupan deh :D
Ada kesedihan, ada kebahagiaan.
Horrrreee..!!! Sekarang saya punya ‘banner’, yang saya berharap banget silakan dicuri, suatu yang sudah saya idamkan sejak lama tapi gak tau cara bikinnya. Bagus kaaaan ??? Blogger kaya hati Khai adalah sahabat yang amat mengerti dan mau2nya membikinkan banner itu buat saya, sekalipun saya “malu-malu kucing” padahal sebenarnya maksa untuk meminta dibuatkan. Terima kasih yang luaaas dan dalaaam, ya Khai!
Gus Yehia adalah sahabat blogger 1/2 hati kaya hati lainnya yang gak pernah bosan saya paksa ‘turun tangan’ untuk membereskan tsunami atau badai2 kecil yang sering terjadi dirumah taman saya ini. Terima kasih yang tak terhingga banget ya Gus Uye !
Posting pertama di tahun 2009 ini ingin saya akhiri dengan resolusi semoga bukan pepesan kosong yang gak muluk2: Insya Allah saya lebih rajin ibadah, lebih sehat dan lebih tegar melalui hari-hari yang akan datang.
Dan… lebih rajin ngeblog kali yeeeeee :D
Selamat Tahun Baru 2009 untuk teman-teman semua agak terlambat ga apa2 yaa !!
Semoga segala resolusi dan harapan kita di tahun depan mendapatkan berkah dan ridho Allah SWT.
Amiin, amiin Ya Rabb.
Salam Damai
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
36 Comments | Tags: blogger, Blogging, content update, kaya hati, resolusi tahun baru, Sahabat, tsunami